Jual Aki Murah

Tips & Trik – Perawatan Aki

Kesalahan memilih type aki tidak hanya akan berakibat “short” atau arus pendek karena terminal aki menyentuh body atau kap mesin, tetapi kesalahan dalam memilih type aki juga berakibat pada pemborosan uang yang tidak pada tempatnya. Untuk menghindari hal-hal tersebut, berikut kami bagikan tipsnya untuk memilih type aki secara benar:

MEMILIH TYPE DAN JENIS AKI

  1. Kenali Type Aki Standar kendaraan Anda
    Setiap kendaraan memiliki type aki standar masing-masing. Mulai dari Ampere standar sampai dengan batas maksimal pada body atau tempat aki disetiap kendaraan.
  2. Pahami operasional kendaraan Anda
    Setiap kendaraan juga memiliki tingkat operasional yang berbeda-beda. Seperti misalnya mobil taxi, angkot dan sejenisnya, dimana rata-rata kendaraan tersebut memiliki jam operasional yang tinggi sehingga ketangguhan dan perawatan aki yang rutin sangat diperlukan.
  3. Pahami tambahan variasi kendaraan Anda
    Hobby seseorang tidaklah sama apalagi di dunia otomotif. Aksesoris tambahan untuk kendaraan pun semakin banyak. Seperti contoh variasi audio. Banyaknya pemakaian komponen variasi elektronik pada kendaraan memicu besarnya daya yang dibutuhkan untuk mendukung performa komponen tersebut, sehingga memperbesar ampere pada aki sangat dibutuhkan.

Aki memegang peranan yang sangat penting bagi kendaraan Anda. Aki berperan sebagai sumber listrik utama yang menyuplai energi ke beberapa komponen kelistrikan seperti lampu, klakson, AC, dynamo starter hingga system audio / video. Saat Aki tidak lagi dapat menyuplai listrik yang cukup, maka akan timbul berbagai masalah pada komponen-komponen tersebut. Untuk itulah, merawat Aki sangatlah penting untuk dilakukan, terutama pada kendaraan yang masih menggunakan jenis Aki basah.

Meski terlihat sulit, tetapi sebenarnya merawat Aki adalah hal yang sangat mudah untuk dilakukan. Dengan perawatan yang benar, tidak hanya dapat menjamin berbagai komponen kelistrikan mampu bekerja secara maksimal, tetapi juga akan memperpanjang umur Aki itu sendiri. Berikut langkah-langkah untuk perawatan aki :

  1. Mengganti aki mobil.
    Aki mobil, dengan perawatan yang baik, bisa bertahan hingga 4 sampai 5 tahun. Saat jadwal penggantian sudah tiba, maka sebaiknya kita menggantinya dengan yang baru. Untuk mempermudah pemasangan, maka sebaiknya kita menggunakan aki baru yang spesifikasinya sama dengan yang lama.
  2. Mengecek beban penggunaan aki secara berkala.
    Pengecekan beban aki biasanya dilakukan sebulan sekali. Pengecekan bisa dilakukan di bengkel-bengkel terdekat. Dengan melakukannya, kita bisa mengetahui jika aki sudah tidak mampu lagi menyuplai listrik yang cukup kepada komponen-komponen kelistrikan.
  3. Memastikan ketersediaan dan merawat cadangan listrik pada aki.
    Langkah yang harus dilakukan cukuplah mudah yakni dengan mematikan semua komponen kelistrikan terlebih dahulu saat hendak mematikan mesin.
  4. Membersihkan Terminal Aki secara rutin.
    Seringkali, terminal pada Aki terkena debu atau kotoran. Jika hal itu dibiarkan, maka dampaknya penghantaran arus ke berbagai komponen bisa terganggu. Untuk membersihkannya, kita bisa menggunakan baking soda yang sudah diencerkan dengan air. Sikat bagian terminal dengan sikat kawat atau sikat plastik yang kaku, lalu kencangkan.
  5. Periksa kekencangan kabel.
    Kabel Aki yang tidak terikat dengan baik bisa mengganggu suplai listrik ke berbagai komponen.
  6. Periksa cairan elektrolit secara berkala.
    Kita hendaknya memastikan bahwa cairan elektrolit cukup. Saat kita menemukan tinggi cairan sudah mendekati batas Low, berarti kita harus segera menambahkannya.
  7. Jangan Over-Charge.
    Menyetrum atau men-charge Aki terlalu lama justru akan membuat komponen-komponen di dalamnya rusak.
  8. Panaskan kendaraan secara rutin.
  9. Pastikan Aki Berada Dalam Kondisi Baik dan Kencang.
  10. Melepas Terminal Aki.
    Jika kita hendak meninggalkan mobil dalam jangka waktu yang relative lama, maka sebaiknya kita melepas terminal Aki terlebih dahulu. Hal ini untuk menghindari aliran listrik terbuang secara terus-menerus padahal tidak terisi ulang. Akibatnya, Aki bisa tekor.

Demikian beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam Perawatan Aki basah, semoga bermanfaat.